Wisata Sejarah Sekaligus Menikmati Pemandangan Alam di Gunung Srobu

Bicara soal pemadangan alam nan eksotis, Papua memang jawara. Kealamian Bumi Cendrawasih menjadi sebab utama hampir setiap jengkal destinasi wisata di tempat ini tampak begitu alami, bersih dan menyejukkan mata. Namun, bagaimana ceritanya jika menikmati pemandangan alam sekaligus wisata sejarah dalam sekali waktu?! Mungkinkah itu bisa dilakukan? Jawabannya, sangat bisa! Anda bisa melakukan wisata sejarah sekaligus menikmati pemandangan alam di Gunung Srobu.

Gunung tersebut terletak di Teluk Youtefa, Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Akses menuju tempat ini bisa dilakukan dengan menggunakan transportasi air. Sepanjang perjalanan dengan perahu, pengunjung akan disuguhkan pemandangan eloknya bukit hijau, tentu, pemandangan menarik sepanjang perjalanan itu merupakan objek foto yang menarik.

Sesampainya di Gunung Srobu, pemandangan yang disuguhkan akan semakin menarik. Tak hanya eloknya alam pegunungan, tetapi juga kisah sejarah yang membuat setiap pengunjung takjub. Ya, Bukit atau Gung Srobu merupakan kawasan situs bersejarah. Di tempat ini terdapat hasilpeninggalan buatan tangan manusia dari Zaman Megalitikum, sekitar 350 Sebelum Masehi.

Penyelidikan oleh Balai Arkeologi Jayapura menunjukkan Gunung Srobu merupakan situs megalitik tertua tak hanya di Papua, tetapi juga di wilayah Pasifik. Survey intensif yang dilakukan berhasil mengungkap keberadaan pusat pemujaan di kawasan tersebut. Warga setempat menyebut tempat tersebut sebagai Bukit Kerang. Ditengarai di kawasan ini pada Zaman Batu Besar, terdapat dua permukiman besar dan dua pusat pemujaan.

Hal ini dikukuhkan dengan penemuan menhir, meja batu, tangga teras batu dan bekas permukiman penduduk. Temuan benda arkeologi lainnya antara lain, sampah kerang, fragmen gerabah, fragmen kapak lonjong, alat serpih, arang sisa pembakaran, dan tentu, tulang manusia. Berbagai peninggalan tersebut menujukkan, Gunung Srobu sudah dihuni sejak zaman batu besar. Meski di masa lalu merupakan pusat peradaban besar, tetapi Srobu lantas ditinggalkan sejak abad ke 6 M. Belum diketahui pasti penyebab dari hal tersebut.

Menarik sekali bukan? Oleh karena itu, saat mengunjungi Papua pastikan jangan lewarkan untuk sejenak menikmati keindahan Gunug Srobu sekaligus menengok jejak—jejak masa lalu. (y)